Contoh Khutbah Idul Fitri 1437 H Singkat Seperti Rasulallah Dan Terbaru

Contoh Khutbah Idul Fitri 1437 H Seperti Rasalullah Dan Terbaru - Lebaran idul fitri yang merupakan hari raya kemenangan bagi umat islam dengan segala bentuk kebahagiaan yang tersedia di berbagai fasilitas dan media seperti dengan pelaksanaan ibadah sholat idul fitri yang didalamnya selalu di isi dengan khutbah idul fitri dengan pembahasan dari pengertian makna dan hikmah idul fitri yang bisa di aplikasikan pada kehidupan sehari-hari yang ada pada perayaan hari kemenangan idul fitri itu dengan suasana bahagia bersama orang tercinta.

Bahkan bukan cuman itu saja makna dari kebahagiaan hari raya lebaran ini yang biasanya selalu  salah satu ciri ungkapan kebahagiaan di hari kemenangan ini dengan hadirnya kata-kata sms ucapan selamat idul fitri yang biasa di gambarkan dengan adanya kumpulan gambar dp bbm idul fitri ataupun lewat pantun lucu idul fitri yang biasa digambarkan dengan teka teki lucu idul adha yang membuat suasana hari idul adha bertambah terasa kebahagiaannya yang di rasakan oleh kita dan orang-orang tercinta di sekitar kita.

Hal itu pula yang biasa ada pada isi khutbah idul fitri sebagai amalan ibadah penting di hari raya tersebut dari mulai malam takbiran idul fitri yang dilanjutkan pembayaran idul fitri sebelum melakukan ibadah sholat idul fitri sampai pembacaan isi contoh khutbah idul fitri sebagai amalan sunah di pagi hari raya lebaran idul fitri, Sebelum dilanjutkan kepada silaturahmi di hari fitri sambil mencicipi menu hidangan lebaran yang sangat spesial yang di sajikan untuk keluarga tercinta ataupun bagi contoh khutbah idul fitri 1437 H seperti rasulallah dan terbaru saat ini.

Contoh Khutbah Idul Fitri 1437 H Singkat Seperti Rasulallah Dan Terbaru
Contoh Khutbah Idul Fitri 1437 H

الله أكبر الله أكبر الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَه، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُنَافِقُوْنَ. الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرُ الصِّيَامِ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَجَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ ضِيَافَةً لِلصَّائِمِيْنَ وَفَرْحَةً لِلْمُتَّقِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْن، اللهم فَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلهِ وَأَصْحَابِ الْكِرَامِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن.

Hadirin Jama’ah ‘Idul Fitri Rahimakumullah
Kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita semuanya, sehingga pada hari ini kita bersama dapat duduk bersimpuh mengucapkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil sebagai perwujudan dari rasa syukur kita menyelesaikan ibadah shaum di bulan suci Ramadhan. Dan hari ini kita memasuki hari yang penuh dengan kebahagiaan rohani, kelezatan samawi dan kenikmatan spiritual, sejalan dengan firman-Nya pada QS. Al-Baqarah ayat 185:

قَالَ اللهُ تَعَالَى: .. وَلِتُكْمِلُوْا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُ اللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ. {البقرة : 185}.

“…Dan hendaknya kamu mencukupkan bilangannya dan hendaknya kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, niscaya kamu bersyukur”. (QS. Al-Baqarah: 185).


الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد!

Ibadah shaum di bulan Ramadhan yang baru saja kita laksanakan, sesungguhnya adalah suatu proses pendidikan yang berkelanjutan dan berkesinambungan bagi orang-orang yang beriman yang menghantarkannya pada puncak nilai-nilai kemanusiaan yang disebut dengan taqwa (لعلكم تتقون). Taqwa inilah indikator utama kemuliaan, indikator utama kebahagiaan dan indikator utama kesejahteraan. Firman-Nya dalam QS. Al-Hujurat ayat 13.

قَالَ اللهُ تَعَاَلَى: يَآأَيـــُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوْبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوْا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ. {الحجرات : 13}.

”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujurat: 13).


الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد!

Hadirin Jama’ah Idul Fitri yang dimuliakan

Memang kondisi semacam ini terasa sangat ironis dan sangat kontradiktif jika dikaitkan dengan kondisi tanah negara kita yang sangat subur, sumber alam yang melimpah ruah dan mayoritas penduduknya beragama Islam. Tetapi tentu hal ini tidaklah mengherankan jika dilihat dari ajaran Islam itu sendiri. Di dalam Al-Qur'an tidak ada satu ayat pun yang mengkaitkan kesuburan dengan kemakmuran. Artinya negeri yang subur tidak otomatis rakyatnya akan menjadi makmur. Bahkan kesuburan akan menjadi malapetaka kalau disertai dengan kekufuran terhadap nikmat Allah SWT. Hal ini sejalan dengan firman Allah pada QS. An-Nahl ayat 112.

قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَضَرَ بَ اللهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللهِ فَأَذَاقَهَا اللهُ لِبَاسَ الْجُوْعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوْأ يَصْنَعُوْنَ. {النحل : 112}.

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rizkinya daya kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; oleh karena itu Allah menimpakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebebabkan apa yang telah mereka perbuat”. (QS. An-Nahl: 112).


الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد!

Hadirin Jama’ah ’Idul Fitri Rahimakumullah

Yang perlu kita sadari adalah bahwa ternyata kesediaan kita untuk berzakat atau berinfaq akan menimbulkan ketenangan bathin, kejernihan pikiran, dan bahkan harta kita yang kita infaqkan akan semakin berkembang dan bertambah keberkahannya. Firman Allah dalam QS. 2: 261 dan QS. Ar-Rum ayat 39.

قَالَ اللهُ تَعَالَى: مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيْلِ اللهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ. {البقرة : 261}.

” Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 261).



DO’A KHUTBAH II IDUL FITRI
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَلاَهُ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. أَمَّا بَعْدُ: أَيــُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ، فَأَكْثِرُوْا مِنَ الصَّلاَةِ عَلَى النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأيــُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Allahumma ya Allah, ya Tuhan kami. Kami panjatkan segala puji dan syukur atas segala rahmat dan karunia yang telah Engkau limpahkan kepada kami, nikmat sehat wal ‘afiat, nikmat ilmu pengetahuan dan nikmat iman serta Islam. Ya Allah, ya Tuhan kami. Jadikanlah kami semua hamba-hamba-Mu yang pandai mensyukuri nikmat-Mu, dan janganlah Engkau jadikan kami hamba-hamba yang ingkar dan kufur terhadap segala nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami.

لَئِنْ شَكَْرْتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ.

Allahumma ya Allah, ya Tuhan kami. Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, kesalahan dan dosa kedua orang tua kami, kesalahan dan dosa saudara-saudara kami, kaum muslimin dan muslimat yang telah melalaikan segala perintah-Mu dan melaksanakan segala larangan-Mu. Andaikan Engkau tidak mengampuni dan memaafkan kami, kami takut pada adzab-Mu di akhirat nanti dan pertentangan bathin dalam kehidupan dunia ini. Ya Allah. Janganlah Engkau limpahkan adzab-Mu kepada kami, karena dosa dan kesalahan kami. Kami yakin ya Allah, rahmat dan ampunan-Mu jauh lebih luas daripada adzab-Mu.

Allahumma ya Allah, ya Tuhan kami. Terimalah segala amal ibadah kami, terimalah ibadah puasa kami, terimalah shalat kami dan amal ibadah kami yang lain. Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang selalu bertaqwa, yang ridha dan ikhlas untuk melaksanakan segala aturan-Mu, yang ridha dan ikhlas, Islam sebagai ajaran-Mu, yang ridha dan ikhlas, Al-Qur'an sebagai imam dan petunjuk kami, yang ridha dan ikhlas, Nabi Muhammad Saw. sebagai panutan kami.

Allahumma ya Allah, ya Tuhan kami. Berbagai macam ujian dan musibah kini sedang menimpa masyarakat dan bangsa kami. Kami yakin musibah itu bukan karena Engkau membenci kami, akan tetapi sebagai peringatan agar kami semua lebih dekat dan lebih cinta kepada-Mu. Agar kami semuanya lebih memiliki sikap سمعنا وأطعنا akan segala ketentuan-Mu. Agar kami semua kembali pada agama-Mu, yaitu agama Islam yang Engkau ridhai.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فيِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّا مِنَ الخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ, إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونْ فَاذْكُرُوا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْـئَلُوْهُ مِنْ فَضْـلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ.

Sehingga makna indah di hari kemenangan ini begitu terasa sempurna dengan hadirnya kata kata selamat idul adha yang biasa di terima lewat tersedianya menu lebaran sederhana seperti kue nastar lebaran ataupun kue kering lebaran yang biasanya di sempurnakan dengan kata sms ucapan selamat idul adha yang akan terasa begitu indah dan nikmat dari hari raya idul fitri yang penuh berkat.

Bacaan Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah Lebaran Idul Adha

Bacaan Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah Lebaran Idul Adha  - Banyak kegiatan penting yang bisa dilakukan oleh segenap umat islam di seluruh dunia ketika lebaran idul adha tiba seperti puasa pada tanggal 8 dzulhijah atau yang disebuat dengan hari arafah dan tanggal 9 dzulhijah atau yang disebut haru arafah, Dimana kedua hari tersebut sangat di anjurkan untuk berpuasa di hari tersebut sebab ini adalah salah satu amalan baginda rasul terutama saat memasuki tanggal satu sampai sembilan bulan dzulhijjah atau bulan haji.

Namun satu hal yang harus diperhatikan dari kegiatan ibadah itu adalah harus tahu niat puasa arafah dan tarwiyah tersebut, Sehingga hikmah puasa arafah dan manfaat puasa tarwiyah bisa dirasakan dengan penuh makna oleh semua orang yang melaksanakannya termasuk dari hal hal yang ada hubungannya dengan amalan ibadah di bulan haji seperti makna idul adha yang menjelasakn tentang pengertian idul adha yang mungkin sebagian orang masih belum tahu secara detailnya tentang keistimewaan dan keunggulan ibadah haji.

Untuk itulah niat puasa bulan haji adalah awalan yang sangat tepat untuk bisa memaknai lebih dari adanya idul adha ini, Sehingga bukan hanya keistimewaannya saja yang bisa didapatkan namun ada hikmah dan manfaat puasa haji yang menjadi salah satu hal yang paling banyak dilakukan oleh umat islam sebagaimana yang telah di anjurkan oleh baginda Rasululloh S.A.W akan pentingnya melaksanakan semua sunah yang di anjurkan agar bisa merasakan betul arti daripada bacaan niat puasa arafah dan tarwiyah lebaran idul adha.

Bacaan Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah Lebaran Idul Adha
Bacaan Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah

Niat Puasa Tarwiyah
نويت صوم ترويه سنة لله تعالى

Tulisan Latin: Nawaitu Sauma Tarwiyata Sunnatal Lillahi Ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Niat Puasa Arafah

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى

Nawaitu Sauma ‘Arafata Sunnatal Lillahi Ta’ala
Artinya:“Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.”

Sehingga makna tersebut bisa dirasakan akan pentingnya ibadaha idul adha termsuk dari niat kurban idul adha dan takbiran idul adha yang biasanya dijadikan meme menarik yang ada pada kata ucapan selamat idul adha sebagaia ungkapan kebahagian di kala perayaan hari idul adha datang dengan penuh kekhidmatan.

Pengertian Perhitungan Ketentuan Dan Hukum Zakat Fitrah

Pengertian Perhitungan Ketentuan Dan Hukum Zakat Fitrah - Salah satu amalan penting dalam di bulan ramadhan ini adalah adanya kegiatan menunaikan zakat fitrah yang mempunyai arti suci atua menyucikan diri dan harta dari hal hal yang mengotorinya seperti banyaknya dosa yang telah dilakukan ataupun dalam harta ada haq orang lain yang mestinya di berikan, Nah dengan membayar zakat fitrah semua itu bisa di sucikan kembali sesuai dengan pengertian dan perhitungan ketentuan dan hukum zakat fitrah itu sendiri.

Sehingga dengan adanya pengertian zakat fitrah tersebut bisa membukakan pintu hati dengan adanya belas kasih sesama manusia karena salah satu hikmah zakat fitrah selain membersihkan diri dan harta, Juga bisa membangun jiwa sosial yang tinggi dengan indahnya saling berbagi bersama mereka yang berhak menerima zakat fitrah itu, Yang di sertai dengan ketentuan zakat fitrah sebagai prosedur utama dalam membayar dan menunaikannya sesuai dengan pengertian dan penerangan tentang zakat fitrah itu sendiri bagi kita semuanya.

Yang di mulai dari perhitungan zakat fitrah secara baik dan di urus oleh mereka yang memang sudah di tunjuk sebagai panitia pelaksana zakat fitrah supaya semuanya bisa berjalan sempurna kena padda ketentuan hukum hukum zakat fitrah itu sendiri, Sebab jika semuanya tidak berjalan sesuai dengan prosedur hukum dan ketentuannya maka itu tidak termasuk pada kriteria pembayaran zakat fitrah yang sudah di tentukan oleh agama, Untuk itu penting sekali mengetahui beberapa hal penting yang berkaitan langsung dengan pengertian zakat fitrah itu sendiri.

Pengertian Perhitungan Ketentuan Dan Hukum Zakat Fitrah
Pengertian Hukum Zakat Fitrah


Zakat Fitrah merupakan zakat yang waijib dikeluarkan pada malam takbiran atau sebelum shalat ied. Dalam melakukan zakat fitrah terdapat takaran-takaran yang digunakan dalam melakukan Zakat Fitrah. Tata cara perhitungan dan ketentuan Zakat Fitrah wajib teman-teman ketahui,

Pengertian Zakat Fitrah
Zakat Fitrah merupakan zakat yang waijib dikeluarkan pada malam takbiran atau sebelum shalat ied dengan penjelasan yang lebih luas dari hukum mengeluarkan zakat fitrah sesuai dengan takaran takaran yang digunakan dalam melakukan zakat fitrah dan tata cara perhitungan dan ketentuan zakat fitrah wajibitu sendiri. Sebagaimana yang telah diterangkan oleh Rosululloh S.A.W yang bersabda

"Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan yang kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barang siapa yang mengeluarkan sebelum (selesai) shalat id, maka itu adalah zakat yang diterima (oleh allah); dan siapa saja yang mengerlukannya sesudah shalat id, maka itu adalah sedekah biasa (buakn zakat fitrah). (HR. Ibnu Majah).

Perhitungan Ketentuan Zakat Fitrah

Sebagaimana yang telah di terangkan oleh Rosululloh S.A.W yang bersabda :
"Rasulullah SAW telah memfardukan (mewajibkan) zakat fitrah satu sha' tamar atau satu sha' gandum atas hamba sahaya, orang merdeka, baik laki-laki maupun perempuan, baik kecil maupun tua dari kalangan kaum Muslim, dan beliau menyuru agar itu dikeluarkan sebelum masyarakat pergi ke tempat shalat Idul Fitri. (HR. Bukhari Muslim).  

Hukum Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib bagi kaum muslim, baik laki-laki, wanita, merdeka maupun  hamba  sahaya.  hal  ini  berdasarkan  sebuah  hadits  riwayat  Ibnu  Umar yakni :

"Diceritakaan  kepada  kita  Abdullah  Ibnu  Maslamah  Ibnu Qo’nab   dan   Qutaibah   Ibnu   Said   keduanya   berkata   : diceritakan  kepada  kita Malik  dan diceritakan  kepada kita Yahya Ibnu Yahya berkata : saya telah membaca dihadapan Malik  dari Nafi’,  dari Ibn Umar  sesungguhnya  Rasulullah SAW  telah  mewajiban  zakat  fitri  dari  ramadhan  sebanyak satu  sha’  kurma  atau  satu  sha’  gandum    kepada  orang merdeka  dan  hamba,  laki-laki  dan  wanita,  dari  kalangan kaum muslimin”

Sehingga dengan anda mengetahui apa saja yang berhubungan langsung dengan amalan rukun dalam islam seperti puasa dan zakat fitrah ini, Maka secara tidak langsung anda sedang membangun mentalitas agama yang kuat, Yang bisa di tindaklanjuti dengan amalan yang berkesinambungan sesudah lebaran seperti dari hikmah dan hukum puasa bulan syawal yang sangat di anjurkan sekali bagi semua umat islam.

Bacaan Doa Tata Cara Niat Membayar Dan Menerima Zakat Fitrah

Bacaan Doa Tata Cara Niat Membayar Dan Menerima Zakat Fitrah - Salah satu ibadah yang harus dilaksanakan selama bulan puasa adalah adanya pelaksanaan zakat fitrah, yang mempunyai ketentuan dari mulai doa niat baik ketika membayar zakat fitrah maupun ketika sedang menerima zakat fitrah, Karena secara pengertian pun keutamaan dari adanya zakat fitrah ini adalah selain bisa menyempurnakan ibadah puasa ramadhan, dengan amalan inipun semua orang bisa merasakan betapa butuhnya saling tolong menolong dengan indahnya berbagi sesama muslim.

Bahkan dalam zakat fitrah juga ada yang disebut dengan niat zakat fitrah yang merupakan awalan dari jadinya sebuah ibadah termasuk dalam urusan zakat fitrah ini dengan cara terbaim untuk bisa melaksanakan ibadah zakat fitrah ini dengan mengetahui doa zakat fitrah yang sangat di anjurkan sekali untuk lebih menyempurnakan lagi tata cara pelaksanaan ibadah yang termasuk pada rukun islam nomor tiga ini yang mempunyai arti membersihkan harta dan jiwa dari hal hal yang bersifat kotor dengan penunaian zakat fitrah itu sendiri.

Selain itu juga ada hal penting lainnya yang harus di ketahui okeh segenap umat islam dalam menunaikan ibadah zakat fitrah ini yang ada pada doa niat zakat fitrah sebagai hal yang paling di utamakan dalam segala aktivitas ibadah seperti zakat fitrah itu sendiri, Sehingga penyempurnaan yang di dapatkan dari adanya zakat fitrah ini bisa dirasakan hikmah dan manfaatnya yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai yang paling utama dalam mengetahui bacaan doa tata cara niat membayar dan menerima zakat fitrah.


Bacaan Doa Tata Cara Niat Membayar Dan Menerima Zakat Fitrah
Doa Tata Cara Niat Membayar Dan Menerima Zakat Fitrah

1. Bacaan Doa Niat Zakat Fitrah untuk diri sendiri dan keluarga

َنَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِعَنْ نَفْسِ وَاَهْلِى ..... فَرْضًا ِللهِ تَعَالى
 "Nawaitu an uhrija zakat fitri anna wa 'an jami'i maa yalzamuni nafqu tuhun syiar a'an far dzolillahi ta'ala".
Artinya : " Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya wajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari'at, fardhu karena Allah ta'ala".

2. Bacaan Doa Niat Zakat Fitrah untuk diri sendiri

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِىْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

   "Nawaitu an ahroja zakat fitri annafsi fardholillahi ta'ala"
    Artinya : "Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas diri sendiri saya sendiri, fardhu karna Allah Ta'ala.

3. Bacaan Doa Niat Zakat Fitrah untuk istri

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى


   "Nawaitu an-uhrizakat fitri an zaw jati fardzolillahita 'ala".
    Artinya : "Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya, fardhu karena Allah Ta'ala."

4. Bacaan Doa Niat Zakat Fitrah untuk anak laki-laki kita


نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ… / بِنْتِيْ… فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

     "Nawaitu an uhrija zakat fitri (.....) fardzolillahi ta'ala".
    Artinya : "Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (sebut namanya) fardhu karena Allah Ta'ala".

5. Bacaan Doa Niat Zakat Fitrah untuk anak perempuan kita


نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
"Nawaitu an uhrija zakat fitri ambinti (.......) fardzolillahita'ala".     Artinya : "Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas anak perempuan saya (sebut namanya), fardhu karena Allah ta'ala".


6. Niat zakat Fitrah untuk diri sendiri dan untuk semua orang yang ia tanggung nafkahnya

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّىْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِىْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu An-ukhrija Zakaatalfithri  ‘Annii Wa‘An jaamii’imaa Yalzamunii Nafaqotuhum Syar'an Fardhan Lillahi Ta'alaa
Artinya "Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya dilazimkan (diwajibkan) memberi nafkah pada mereka secara syari’at, wajb karena Allah Ta’aala".


7. Bacaan Doa Niat Membayar Zakat Fitrah Untuk Keluarga


َنَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِعَنْ نَفْسِ وَاَهْلِى ..... فَرْضًا ِللهِ تَعَالى

Nawaitu an ukhrija zakatal fithrati ‘an nafsi wa ahli …… fardan lillahi ta’ala.
Artinya : "Saya niat mengeluarkan zakat fitrah, bagi diriku dan keluargaku (sebutkan namanya satu persatu; istri, anak-anak dan yang menjadi tanggungan) wajib karena Allah Ta’ala".


1. Bacaan Doa Niat Membayar Zakat Fitrah

اللهُمَّ اجْعَلْهَا مَغْنَمًا وَلَاتَجْعَلْهَا مَغْرَمًا
"Allahumma j'alhaa maghnaman, walaa taj'alhaa maghraman". Artinya : "Ya Allah jadikanlah ia sebagai simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikanlah ia pemberian yang merugikan".

2. Bacaan Doa Niat Menerima Zakat Fitrah


اَجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ, وَبَارَكَ لَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَاجْعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا

اَجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ, وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَ لَكَ طَهُوْرًا


Aajarak-llahuma fiima a'thaita, wa baraaka laka fiimaa abqaita, waj'alhu laka thahuuraa".
Artinya : " Semoga Allah memberi pahala atas apa yang telah kau berikan, menjadikannya penyuci (jiwa dan harta) untukmu, dan melimpahkan berkah terhadap harta yang tersisa".

Dan dengan anda mengetahui secara pasti tentang doa dan niat zakat fitrah itu sendiri, Itu artinya setidaknya anda bisa merasakan kesempurnaan yang didapatkan selama bulan ramadhan sampai datangnya hari kemenangan dengan intinya makna dan hukum sholat idul fitri yang menjadi aktivitas ibadah yang sangat di anjurkan di hari lebaran nanti.

Pengertian Hikmah Manfaat Dan Hukum Puasa Bulan Syawal

Pengertian Hikmah Manfaat Dan Hukum Puasa Bulan Syawal - Amalan ibadah yang tidak kalah pentingnya lagi setelah selesai melaksanakan ibadah puasa ramadhan selama sebulan penuh yang di akhiri dengan satu kemenangan besar hari raya idul fitri sebagai tanda kebahagiaan dan kembalinya jiwa ke kesucian dari adanya pemaknaan ramadhan yang direalisasikan pada pengertian hikmah manfaat dan hukum puasa bulan syawal serta merupakan amalan sempurna yang sangat di anjurkan oleh baginda Rasululloh S.A.W.

Selain ibadah sunnah yang di anjurkan manfaat puasa syawal itu juga bisa membentuk karakter jiwa muslim seseorang dalam meneruskan perjuangan nilai nilai islam dari awal ramadhan sampai dengan hari kemenangan itu sendiri dengan hadirnya hikmah puasa syawal sebagai tolak ukur tanda rasa syukur seseorang terhadap apa yang sudah dikerjakan selama bulan puasa penuh yang di sempurnakan dengan penunaian zakat fitrah sebagai amalan penting yang harus di dedikasikan lagi dalam kehidupan sehari-hari umat islam.

Sebab bukan hanya pelaksanaannya saja dalam mengetahui hukum puasa syawal itu sendiri, Namun sejauh manakah kesiapan mental kita sebagai seorang muslim dalam menyambut tugas yang sangat di anjurkan seperti puasa syawal ini, Sebab secara pengertian puasa syawal itu sendiri mempunyai definisi yang kuat akan pelaksanaannya itu dan tidak heran apabila amalan puasa syawal ini bisa sangat di anjurkan sekali untuk di jadikan amalan terbaik dalam mengisi bulan syawal sebagai bulan peningkatan segala amalan ibadah.

Pengertian Hikmah Manfaat Dan Hukum Puasa Bulan Syawal
Pengertian Hukum Puasa Bulan Syawal


Pengertian Puasa Bulan Syawal
Puasa syawal merupakan ibadah sunat yang dianjurkan seperti yang telah di contohkan oleh baginda Rosululloh S.A.W Dan sebagai umatnya yang memiliki pengetahuan lebih mengenai agama, khususnya dalam hal keutamaan dan pahala puasa enam hari bulan syawal (puasa syawal) senantiasa mengerjakan puasa sunat ini.Sebagaimana sabdanya :


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya : " Barangsiapa yang berpuasa Ramadlan kemudian diiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang masa.” 

Hikmah Manfaat  Puasa Bulan Syawal 
1. Bersambungnya amalan. Adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama ia masih hidup. Orang yang setelah Ramadhan berpuasa bagaikan orang yang cepat-cepat kembali dari pelariannya, yakni orang yang baru lari dari peperangan fi sabilillah lantas kembali lagi.

2. Melanggengkan maghfirah (ampunan). Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya'ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah 'Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.

3. Indikator diterimanya pahala Ramadhan. Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah Ta'ala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan: "Pahala'amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya."

4. Penyempurna puasa wajib. Bagaikan shalat sunnah rawathib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah.

5. Penggenap pahala puasa setahun. Merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh sebagiamana disebutkan dalam hadits Tsauban di atas.

Hukum Puasa Bulan Syawal
Hukumnya adalah sunnah sebagaimana yang telah diterangkan oleh para imam mujtahid yang empat yang bersumber pada keterangan hadits dari Abu Ayyub rodhiyallahu anhu: “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup’.”

Sehingga dengan anda mengetahui keutamaan dari puasa syawal itu juga dengan secara pasti anda pun akan mengetahui betapa hebatnya ajaran didikan yang di anjurkan oleh Baginda rosul kepada umatnya seperti mengetahui doa dan niat sholat idul fitri yang menjadi amalan terbaik bagi umat slam di seluruh dunia.

Bacaan Doa Tata Cara Niat Puasa Sunnah Di Bulan Syawal

Bacaan Doa Tata Cara Niat Puasa Sunnah Di Bulan Syawal - Amalan penting saat bulan syawal datang salah satunya adalah puasa di awal bulan yang merupakan amalan yang sangat di anjurkan oleh Rasululloh S.A.W untuk segenap umat islam di seluruh dunia karena hikmahnya yang sungguh luar biasa, Sehingga wajar kiranya apabila memang puasa di bulan syawal ini sangat di anjurkan sekali karena memang ada hikmah tersendiri di balik pelaksanaan ibadah puasa tersebut yang bisa di rasakan oleh orang yang menjadikannya sebagai aktivitas ibadah paling bermakna.

Seperti dengan mengetahui tentang niat puasa syawal yang memang menjadi hal paling utama dalam pelaksanaan ibadah puasa, Atau bahkan ibadah-ibadah yang lainnya yang dijadikan puasa sebagai aktivitas ibadah paling penting dengan menjadikannya sebagai bagian dari tata cara puasa syawal dengan segala ketentuan yang sudah di syaratkan dari amalan ibadah sunat syawal ini yang bisa membukakan diri tentang hikmah puasa syawal yang semestinya menjadi awalan sempurna ibadah sunnah di bulan syawal.

Yang secara pengertian syawal mempunyai makna peningkatan dalam semua amalan ibadah terutama setelah melaksanakan ibadah puasa ramadhan selama satu bulan penuh yang di realisasikan di bulan syawal sehingga apa yang di lakukan dalam beraktivitas ibadah di bulan ramadhan bisa di realisasikan di bulan syawal ini, Sehingga dari doa niat puasa syawal ini bisa di mengerti secara pasti oleh setiap individu umat islam yang di hadirkan dari bacaan sholat tata cara niat puasa sunnah di bulan syawal seperti dibawah ini.


Bacaan Doa Tata Cara Niat Puasa Sunnah Di Bulan Syawal
Bacaan Doa Tata Cara Niat Puasa Sunnah Di Bulan Syawal

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ ِستَةٍ ِمنْ شَوَالٍ سُنَةً ِللَه تَعَالَي

"NAWAITU SHAUMA GHADIN ‘AN SITTATIN MIN SYAWWAALIN LILLAAHI TA’AALAA." Artinya: " Saya niat berpuasa sunnah enam hari bulan Syawal karena Allah. Catatan: Niat cukup diucapkan dalam hati-hati dan tidak harus dalam bahasa Arab."

Dengan mengetahui hal hal yang berkaitan dengan ibadah di bulan syawal, itu artinya secara tidak langsung anda akan mengetahui ibadah yang di anjurkan lainnya seperti doa niat sholat idul fitri yang menjadi aktivitas ibadah di hari kemenangan umat islam ini.

Pengertian Makna Hikmah Dan Hukum Sholat Idul Fitri

Pengertian Makna Hikmah Dan Hukum Sholat Idul Fitri - Idul fitri yang merupakan hari kemenangan umat islam adalah moment yang sangat tepat untuk bisa mempererat tali shilaturahmi dengan indahnya berbagi dan saling bermaaf-maafan, Sehingga makna yang tercipta dan selalu ada dalam satu nilai istimewa lebaran yang berbahagia, Dan inilah yang di maksud dari makna idul fitri yang selama ini selalu di dambakan dan di nanti oleh semua umat islam selama satu bulan penuh berpuasa dengan penuh keyakinan mengharap ridho tuhan di hari kemenangan.

Termasuk dari adanya pengertian dari sholat idul fitri yang menjadi salah satu aktivitas ibadah penting yang bisa dilakukan di hari raya lebaran ini, yang dimana hukum sholat idul fitri ini memang menjadi hal yang paling di utamakan untuk bisa mengetahui secara pasti akan pelaksanaan ibadah sholat idul fitri itu sendiri dengan berbagai persiapan dari niat dan hikmah sholat idul fitri yang sangat penting sekali untuk diketahui secara pasti oleh segenap umat islam di dunia ini dengan hal hal yang ada pada makna dan pengertian idul fitri sebenarnya.

Sebab hikmah idul fitri itu adalah kembalinya kita sebagai manusia biasa ke hakikat manusia yang diciptakan dalam keadaan suci, Itu artinya pelaksanaan ibadah puasa ramadhan adalah hal yang menjadi pembersih dari segala dosa dosa yang dilakukan oleh kita dengan menunaikan zakat fitrah sebagai ibadah penyempurna dari ibadah puasa itu sendiri yang berangkat dari mengetahui tentang hukum shalat idul fitri dengan beberapa pengertian penting terhadap sholat idlu fitri itu sendiri, Sehingga makna fitri pun bisa di dapatkan dengan sempurna.

Pengertian Makna Hikmah Dan Hukum Sholat Idul Fitri


Pengertian Sholat Idul Fitri
Shalat shalat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan oleh seluruh umat Islam pada tiap tanggal 1 Syawal. Shalat sunnah dilaksanakan setelah kaum muslimin melaksanakan puasa Ramadhan selama sebulan penuh yang ada pada hari pertama bulan Syawwal (yaitu sejak malam pertama, setelah tenggelamnya matahari pada hari terakhir ramadhan-admin) ditandai dengan gema takbir, tahlil dan tahmid (lihat lafazh takbir pada pembahasan berikut ini-admin) dari lisan-lisan kaum muslimin, menandakan tibanya hari Idul Fithri.


عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ: أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُوْرِ، فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاَةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِيْنَ. قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِحْدَانَا لاَ يَكُوْنُ لَهَا جِلْبَابٌ؟ قَالَ: لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا 

Dari Ummu ‘Athiyyah ia mengatakan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk mengajak keluar (kaum wanita) pada (hari raya) Idul Fitri dan Idul Adha yaitu gadis-gadis, wanita yang haid, dan wanita-wanita yang dipingit. Adapun yang haid maka dia menjauhi tempat shalat dan ikut menyaksikan kebaikan dan dakwah muslimin. Aku berkata: “Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab?” Nabi menjawab: “Hendaknya saudaranya meminjamkan jilbabnya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim, ini lafadz Muslim Kitabul ‘Idain Bab Dzikru Ibahati Khurujinnisa)

Makna Hikmah Sholat Idul Fitri 
Hari raya idul fitri adalah hari raya yang Allah SWT syariatkan untuk umat Islam agar mereka bergembira dengan limpahan nikmat dan ampunan Allah SWT setelah mereka menjalankan shaum Ramadhan dan qiyam (shalat tarawih dan witir) selama sebulan penuh. Pada hari raya ini Allah SWT mensyariatkan shalat idul fitri.
Dari Anas bin Malik RA berkata: Rasulullah SAW tiba di Madinah sedangkan penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk mereka rayakan. Maka beliau bertanya, "Dua hari apa ini?" Mereka menjawab, "Pada dua hari ini, kami biasa bermain pada masa jahiliyah." Maka beliau bersabda, "Allah SWT telah menggantikannya untuk kalian dengan dua hari yang lebih baik: idul adha dan idul fitri."(HR. Abu Daud no. 1134, An-Nasai, 3/179, Ahmad no. 11826, Al-Hakim no. 1041, Abu Ya'la no. 3717, dan Ath-Thahawi dengan sanad shahih) 
 
Hukum Shalat Idul Fitri
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat idul fitri:
  • Sunah muakkadah yaitu sunah yang sangat ditekankan. Ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) Ulama.
  • Fardhu Kifayah yaitu wajib atas seluruh umat Islam sebagai satu kesatuan umat, namun apabila sebagian kaum muslimin sudah menjalankannya dengan baik, berarti kewajiban melaksanakan shalat 'Ied itu telah gugur bagi orang lain. Pendapat ini adalah pendapat yang terkenal di kalangan madzhab Hambali.
  • Fardhu 'Ain yaitu wajib atas setiap individu muslim dan muslimah. Barangsiapa tidak melaksanakannya berarti berdosa besar.. Ini adalah pendapat madzhab Hanafiyah serta pendapat salah satu riwayat dari Imam Ahmad. 
Dari anda mengetahui makna penting dari sholat idul fitri ini akan menjadikan kebahagiaan di hari lebaran bisa lebih tersempurnakan dengan mengetahui pula tentang bacaan doa niat sholat idul fitri yang memang harus di ketahui secara pasti oleh segenap umat islam di seluruh dunia dari hadirnya hari raya ini.

Bacaan Doa Niat Mandi Sunat Untuk Hari Raya Idul Fitri

Bacaan Doa Niat Mandi Sunat Untuk Hari Raya Idul Fitri - Sholat idul fitri yang merupakan salah satu aktivitas ibadah yang biasa dilakukan ketika hari kemenangan sudah datang, Dengan segala pengharapan yang terlahir dari makna idul fitri itu sendiri bisa memberikan makna yang terdalam dari adanya bacaan doa niat mandi sunat untuk hari raya idul fitri ini dengan beberapa hal yang berkaitan langsung dengan amalan ibadah sholat idul fitri dari mulai niat mandi idul fitri sampai dengan pelaksanaan sholat idul fitri itu sendiri.

Selain itu juga makna yang hadir dari adanya ibadah di hari fitri ini adalah bisa menghadirkan hal hal yang ada hubungan langsung dengan sholat idul fitri yang tercipta dari adanya doa niat idul fitri ini dengan mengetahui hal penting tentang niat mandi hari raya idul fitri ini sebagai awalan terbaik dalam melaksanakan ibadah ibadah di hari kemenangan ini, Sehingga dengan itu bisa diketahui secara pasti dari pemahaman dan tata cara ibadah yang sangat di anjurkan sekali sebagai satu ibadah terbaik yang ada di hari kemenangan penuh kebahagiaan ini.

Sebab dari mengetahuinya tentang doa mandi idul fitri merupakan satu hal yang paling berarti dalam melaksanakan beberapa hal penting tentang ibadah ibadah yang mempunyai nilai hikmah besar dan hukum yang sangat di anjurkan sekali, Sehingga dengan awal yang suci dari adanya aktivitas mandi sunat hari raya ini makna idul fitri sendiri bisa diraih dengan sempurna sesuai dengan satu tema dari dan tujuan selama melaksanakan ibadah puasa ramadhan dengan penuh pengharapan keridhoan yang ada dari keberkahan dari bulan ramadhan menuju hari kemenangan.

Bacaan Doa Niat Mandi Sunat Untuk Hari Raya Idul Fitri
Bacaan Doa Niat Mandi Sunat Untuk Hari Raya Idul Fitri


Bacaan Niat Mandi Sunnah Hari Raya Idul Fitri

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

" Nawaitul ghusla liyaumi 'iidil fithri sunnatan lillahi ta'aalaa"

Artinya :
" Sengaja saya mandi pada hari Raya Idul Fitri Sunnah karena Allah Ta'ala"

Dengan makna penting dari doa niat mandi idul fitri ini bisa memberikan hal yang lebih berarti lagi dalam menyambut kemenangan hari fitri ini yang dilaksanakan dengan penuh ketulusan selama pelaksanaan ibadah puasa ramadhan dengan mengetahui bacaan niat buka puasa sebagai pokok utama dari semua amal ibadah seperti puasa ini.

Bacaan Doa Tata Cara Niat Sholat Hari Raya Idul Fitri

Bacaan Doa Tata Cara Niat Sholat Hari Raya Idul Fitri - Idul fitri yang sebentar lagi di rayakan adalah waktu yang paling tepat dan di tunggu oleh semua umat islam di seluruh dunia, banyak aktivitas penting dan amal ibadah yang bisa dilakukan pada hari kemenangan tersebut, Salah satunya adalah sholat raya idul fitri yang sangat membutuhkan beberapa ilmu untuk bisa melaksanakan sesuai dengan kaidah fiqih seperti dengan adanya bacaan doa tata cara niat sholat hari raya idul fitri ini yang wajib kiranya diketahui oleh setiap individual muslim.

Sebab meskipun pangkatnya sunat namun sangat di anjurkan sekali untuk bisa mengetahuinya termasuk dari awal tata cara ibadahnya mulai dari niat sholat idul fitri yang merupakan awal dari pada puncak dan jadinya satu ibadah, Oleh karena itulah hal yang paling baik untuk bisa memhamai tata cara pelaksanaan sholat idul fitri adalah dengan mengetahui beberapa hal yang berhubungan langsung dengan doa dan tata cara sholat idul fitri, Sebaba itulah yang mungkin menjadi sarat paling utama dalam melakukan dan mengetahui bacaan niat sholat idul fitri tersebut.

Selain itu juga tata cara shalat idul fitri ini menjadi salah satu wujud dalam mengapresiasai rasa bahagia di saat hari kemenangan sudah tiba yang di awali dengan kumandang takbir sampia dengan habisnya waktu mengeluarkan zakat fitrah yang mungkin dilanjutkan dengan aktivitas ibadah sholat idul fitri tersebut, Sehingga makna penting yang hadir di hari fitri ini bisa diraih denga penuh keberkahan dan kebahagiaan dari hikmahnya bisa mengetahui dan melakukan bacaan doa tata cara niat sholat hari raya idul fitri ini.

Bacaan Doa Tata Cara Niat Sholat Hari Raya Idul Fitri


Niat sholat idul fitri

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

" Usholli sunnata 'iidhil fithri rakataini mustakhbilal qiblati imaaman lillaahi ta'aala "

Artinya : " Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala "


Niat Sholat Sunah Hari Raya Idul Fitri sebagai Ma'mum

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

" Usholli sunnata 'iidhil fithri rakataini mustakhbilal qiblati ma'muman lillaahi ta'aala"

Artinya : " Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala"

Takhbirotul ikhram
Selanjutnya melakukan takbir zawa-id atau tambahan sebanyak 7 kali selain takhbirotul ikhram untuk rakaat pertama. Sedangkan pada rakaat ke dua sebanyak 5 kali selain takhbir saat berdiri yang mana di antara takhbir tersebut di selangi dengan bacaan :

Bacaan takhbir sholat ied idul fitri dan idul adha

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

" Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii"

Artinya : " Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku "

Membaca surat fatihah

Selanjutnya membaca salah satu ayat dari al-quran sesuai kemampuan namun di utamakan membaca surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qomar pada raka’at kedua atau Al A’laa dan surat Al Ghosiyah

Berikutnya adalah ruku dengan seperti biasa yang dilakukan di setiap sholat padu umumnya baik dari gerakan maupun dari bacaannya.

Dan dari adanya rasa tahu tentang doa dan niat sholat idul fitri itu artinya pintu untuk meraih kemenangan di hari bahagia ini bisa di raih bisa terbuka lebar dengan adanya tali makna yang hadir dari adanya kata ucapan selamat lebaran yang menjadi penghias dan tanda akan tali persaudaraan yang erat antar umat muslim.